
2. Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus, Putera Allah yang tunggal. Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad, Allah dari Allah, Terang dari Terang, Allah benar dari Allah benar. Ia dilahirkan bukan dijadikan, sehakikat dengan Bapa; segala sesuatu dijadikan oleh-Nya. Ia turun dari surga untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita.
3. Ia dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria dan menjadi manusia.
4. Ia pun disalibkan untuk kita, waktu Pontius Pilatus; Ia menderita sampai wafat dan dimakamkan.
5. Pada hari ketiga Ia bangkit menurut Kitab Suci
6. Ia naik ke surga, duduk di sisi Bapa.
7. Ia akan kembali dengan mulia, mengadili orang yang hidup dan yang mati; kerajaan-Nya takkan berakhir.
8. Aku percaya akan Roh Kudus, Ia Tuhan yang menghidupkan; Ia berasal dari Bapa dan Putera; yang serta Bapa dan Putera, disembah dan dimuliakan; Ia bersabda dengan perantaraan para nabi.
9. Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, Katolik dan apostolik.
10. Aku mengakui satu pembaptisan akan penghapusan dosa.
11. Aku menantikan Kebangkitan orang mati.
12. dan hidup di akhirat.
**********
Munculnya Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel sebenarnya dipicu oleh munculnya ajaran-ajaran atau pandangan-pandangan yang bertentangan dengan ajaran yang ortodoks dan resmi. Oleh karena itu konsili berusaha meluruskan pandangan-pandangan yang sesat itu dan menegaskan kembali ajaran yang benar seperti diamanatkan Kristus kepada Gereja-Nya.
Sebagai rumusan awal untuk Pengakuan Iman universal dalam Gereja, Konsili memutuskan untuk memakai Syahadat Kaesarea sebagai dasar pembicaraan, kemudian disempurnakan dengan perbaikan-perbaikan dan penambahan. Pemakaian Syahadat Kaesarea ini diusulkan pertama kalinya oleh Eusebius dari Kaesarea, seorang sejarawan. (F. Cahyo W.)